Selasa, 10 Februari 2015

Hidup itu indah

Hidup itu indah maka bersyukurlah selagi masih ada kesempatan,
Mungkin sebuah kaliamat yang amat sangat sederhana, akan tetapi begitu besar makna dan khasiat yang akan ditimbulkannya
jikalau ikut dan turut melaksanakan serta menyebarkannya.
Sangat sederhana sekalai, Hidup itu indah, yak memang begitu luar biasa indah. Kita diberi cobaan,masalah,halangan rintangan yang begitu berat oleh Allah Swt.
dan kita juga diberi nikmat yang tidak kalah hebatnya, kita diberi masalah dalam kehidupan untuk dipecahkan agar kita bisa terus hidup. Dengan itu Allah menganugrahkan otak yang cerdas kepada kita
untuk memecahkan masalah tersebut. Kita mendapat cobaan yang berat setiap hari, dengan itu pula Allah memberikan kekuatan untuk kita, kita tetap masih hidup masih bisa bernafas untuk
melewati cobaan itu. Bahkan kita bernafas itu gratis, coba bayangkan klo kita harus membayar setiap satu hirupan saja. misal kita hargai Rp 1. saja setiap hirupan, berapa kita akan membayar setiap hari ??
Hidup itu sangat indah, Allah memberikan kita segalanya namun kita tak menyadari itu. Dari mulai bangun tidur, kita di bangun kan, itu adalah sebuah nikmat yang begitu luar biasa.
Bayangkan orang yang tidur dan tak bisa bangun alias meninggal dunia. Beruntung kita disini masih bisa bangun dari tidur.. Alhamdulillah
Setelah bangun tidur kita didengungkan kumandang adzan shubuh, Subhanallah begitu besar nikmatnya. Bayangkan jika kita tak dapat mendengar adzan shubuh, kita sangatlah merugi, karena bisa dikata kita telat sholat shubuh.
Dan lebih luar biasa lagi nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita ketika perlahan-lahan setapak demi setapak langkah kita yang amat berat pergi ke masjid untuk sholat shubuh berjamaah, Subhanallah, walaupun keadaan masih mengantuk kita masih diberi nikmat untuk merasakan
indahnya sholat shubuh berjamaah dalam kondisi yang amat sangat berat dikala kita barusaja bangun dari tidur lelap kiat.
Subhanallah…
Kemudian kita beraktivitas, kita bisa berjalan, kita bisa melihat, kita bisa berkata, dan kita masih bisa merasakan hidup di dunia ini itu adalah suatu nikamat yang amat begitu besar. banyak lagi
nikmat Allah yang begitu amat besar.
Namun apakah sampai detik ini kita sudah bersyukur???
Allah hanya meminta kepada kita untuk taat kepada-Nya,Bersyukur kepadanya. Tapi banyak dari kita yang sampai saat ini belom tahu bahwasanya Allah lah yang telah memberikan nikmat begitu besar kepada kita..
Sekarang kita banyangkan, apakah cukup kita hanya bersyukur satu kali sehari??? cukup kah itu??
tak mungkin, bahkan jika kita bersyukur setiap detiknya sampai kita dipanggil Allah Swt. kita belom dapat membalas nikmat yang Allah berikan..
Maka dari itu saudara-saudara ku marilah kita bersyukur, marilah kita mendekat kepada-Nya. Kita harus tahu siapa yang telah memberi kita nikmat setiap hari itu.
Bersyukurlah kawan, kita harus bersyukur. maka Allah aka menambah nikmat yang telah diberikannya. Dengan bersyukur hati kita akan menjadi teang tentram, insyallah.
Marilah kita bersyukur saudaraku.. Alhamdulillah hirobbil alamin…

 

inspirasi tentang kebosanan hidup

Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sihat. Hanya rasa bosan dengan kehidupan ini. Itulah sebabnya saya ingin mati". Seolah-olah tidak mendengar cakap muridnya, guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dipanggil, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan".

Banyak sekali di antara kita yang alah terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disedari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma kehidupan. Hidup ini seharusnya berjalan terus. SUNGAI KEHIDUPAN mengalir terus, tetapi kita mahukan status-quo. Kita berhenti di sesuatu tempat, kita tidak ikut mengalir. Itulah sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Pertahanan kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Apabila namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Contohnya, dalam hal berumahtangga, pertengkaran-pertengkaran kecil itu memang ada, lumrah. Persahabatan pun tidak selalunya berkekalan, tidak abadi. Apalah yang berkekalan, dan yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak memahami tentang sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita..

"Penyakitmu itu boleh disembuhkan, jika kamu tekad untuk sembuh dan mendengar nasihatku." Demikian si guru menyarankan."Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak mahu hidup."

Lelaki itu menolak tawaran si guru."Jadi kamu tidak mahu sembuh?? "Kamu betul-betul ingin mati?" Tanya si guru. "Ya, memang saya sudah bosandengan hidup", lelaki itu menjawab dengan yakin."Baik, petang esok kamu akan mati seperti yang kamu ingini. Ambillah botol ubat ini. Setengah botol di minum malam ini, setengah botol lagi kamu minum petang esok jam enam, dan jam lapan malam kau akan mati dengan tenang." beritahu si guru sambil tersenyum.

Lelaki tersebut berasa keliru dan bingung. Setiap guru yang dia jumpa selama ini sentiasa memberikannya semangat untuk hidup. Guru yang satu ini aneh. Guru ini malah menawarkan racun. Tetapi, kerana ia memang sudah betul-betul jenuh dan tidak mahu hidup, dia menerimanya dengan senang hati.

Pulang ke rumah, lelaki itu terus menghabiskan setengah botol racun yang disebut "ubat" oleh si guru. Dan, dia merasakan ketenangan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai... Dia menikmati ketenangannya itu. Masa berjalan dan tinggal 1 hari, 1 malam dia akan mati.

Dia fikir, dia akan bebas dari segala macam masalah. Malam itu, dia memutuskan untuk makan malam bersama keluarganya di restoran makanan laut. Sesuatu yang sudah tidak pernah dia lakukan selama beberapa tahun kebelakangan ini. Dia fikir ini merupakan malam terakhir, jadi dia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, dia bersenda gurau dengan keluarganya. Suasananya pun menjadi sangat santai dan tenang! Sebelum tidur, dia mencium isterinya dan membisik di telinganya, "Sayang, aku mencintaimu." Sesuatu yang sudah lama dia tidak ungkapkan di bibirnya.

Bangun tidur esok harinya, dia membuka tingkap bilik dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan dia berasa sangat teruja untuk berjalan-jalan di waktu pagi mengelilingi taman perumahannya. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, dia mendapati isterinya masih tertidur. Tanpa membangunkan isterinya, dia masuk ke dapur dan membuat 2 cawan kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk isterinya. Kerana pagi itu adalah pagi terakhir, dia ingin meninggalkan kenangan manis kepada semua orang di sekelilingnya.

Di pejabat, dia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita bersikap pelik ya?" Dan sikap mereka pun terus berubah. Mereka pun menjadi lembut. Kerana siang itu adalah siang terakhir, dia ingin meninggalkan kenangan manis juga kepada pekerjanya. Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Dia menjadi ramah dan lebih bertoleransi, bahkan dia lebih bersikap menghargai terhadap apa-apa yang berlaku di sekelilingnya.

Tiba-tiba dia merasakan hidupnya menjadi indah. Dia mula menikmatinya. Pulang ke rumah jam 5 petang, ia mendapati isteri tercinta menunggunya di beranda depan. Semasa ini, si isteri yang memberikan ciuman kepadanya dan berkata, "Sayang, sekali lagi saya minta maaf, jika selama ini saya selalu menyusahkan sayang." Anak-anak pun tidak mahu ketinggalan, "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan kerana kelakuan kami. "Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Dia membatalkan niatnya untuk membunuh diri. Tetapi dia tersentak, bagaimana dengan setengah botol yang sudah dia minum, petang semalam?

  Dia bergegas berjumpa dengan si guru. Melihat wajah lelaki itu, si guru terus mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata, "Buang sahaja botol itu. Isinya cuma air kosong sahaja. Kau sudah sembuh bukan?? Apabila kau hidup dalam arus kehidupan, apabila kau hidup dengan kesedaran bahawa maut dapat menjemputmu bila-bila sahaja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini. Buangkan egomu, leburkan keangkuhanmu, nyahkan kesombonganmu. Jadi lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan pernah rasa tepu, tidak akan pernah bosan. Kau akan merasai hidup bersama-sama yang lain. Itulah rahsia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan "..

Lelaki itu mengucapkan terima kasih dan menyalami si guru, dia lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Dia tidak pernah lupa hidup dalam arus kehidupan, sentiasa mengalir terus.  Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu hidup... Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul tapi merupakan suatu anugerah untuk dinikmati.